Dakwah dan Jihad

Jihad merupakan bagian integral wacana Islam sejak awal hingga masa kontemporer. Perumusan-perumusan tentang konsep jihad mengalami pergeseran dan perubahan sesuai dengan konteks dan lingkungan masing-masing pemikir Muslim.

Secara etimologi jihad berasal dari Kata جهد mengandung arti kesulitan dan kesukaran dan yang mirip dengannya atau upaya sungguh- sungguh  yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Secara terminologi kata jihad berarti kemampuan yang menuntut sang mujahid mengeluarkan segala daya dan kemampuannya demi mencapai tujuan tanpa mengenal putus asa, menyerah dan tanpa pamrih.

Para ahli non muslim maupun muslim sendiri sering mengindentikkan kata jihad sebagai perang suci (Holy War) dalam konteks ini Kristen Eropa memahaminya sebagai perang melawan orang kafir yang tidak hanya sebagai perang yang dilancarkan semata-mata karena motif-motif agama (memaksa orang-orang kafir memeluk Islam) tetapi lebih dari itu jihad secara historis umumnya dilakukan atas dasar politik seperti perluasan wilayah Islam dan pembelaan diri kaum muslim dari  serangan luar.Menurut Montgomery Watt, Jihad adalah perluasan wilayah Islam secara besar-besaran seperti yang tejadi pada masa klasik Islam. Suatu pekerjaan yang merupakan perkembangan  lanjutan dari kerja yang sama pengertiaannya dengan kata  “Razzia” yakni ekspedisi militer (Gaznah) dimana razzia diarahkan kepada wilayah yang terdapat banyak harta rampasan. Menurut Watt, terhentinya perang Tours (poitiers, peranois) pada tahun 732 lebih disebabkan pandangan lasykar muslim bahwa serbuan ke jantung wilayah Perancis tidak menguntungkan karena harta rampasan yang bakal diperoleh tidak seimbang dengan energi yang dihabiskan. Jika ditilik dari fenomena sejarah dimasa klasik pada batas tertentu mungkin ada benarnya. Namun disisi lain terdapat pula kelemahannya karena terlalu mereduksi agama melalui pendekatan yang terlalu materialistik. karena suatu hal yang tak dapat dipungkiri bahwa  beberapa laskar Islam melancarkan jihad hanya dimotifasi dengan kesalehan dan keagamaan demi membuktikan kebenaran dan kejayan Islam untuk menjadi syuhada di jalan Allah dengan imbalan Surga.

Pencapain tujuan berdasarkan kekerasan. Hal ini di counter kemudian oleh Kadduri yang menganggap jihad sebagai suatu bentuk propaganda. Keagamaan yang dapat dilancarkan baik secara persuasif ataupun secara kekerasan. Dalam konteks ini pembuktian terhadap kebenaran Islam tertentu saja tidak mesti dicapai dengan cara militer dan kekerasan, tetapi harus diusahakan secara damai. Dalam periode Mekkah jihad dilaksanakan melalui pendekatan persuasif. Dimana Nabi Muhammad saw. berjihad atau melaksanakan dakwah dengan mengingatkan masyarakat Mekkah tentang kekeliruan dalam penyembahan berhala dan menyuruh untuk menyembah Allah swt. sesuai dengan Firmannya (QS. al-Ankabut ayat 6).Terjemah : “Dan barang siapa yang berjihad maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri.

Ayat tersebut mencerminkan jihad dalam pengertian metode untuk mencapai keselamatan diri ketimbang penyiaran agama dengan cara kekerasan. Sebaliknya pada periode Madinah jihad diekspresikan dalam bentuk pengerahan segenap potensi untuk penyiaran Islam di tengah-tengah.

Hal tersebut sejalan dengan wacana teologi Islam. Jihad didefinisikan sebagai usaha sekuat tenaga atau berjuang di jalan Allah swt. Hal ini mencakup jihad besar yaitu berjuang untuk mencapai kesempurnaan spritual dan jihad kecil yakni perang.

Kedua bentuk jihad ini dapat dipahami bahwa jihad adalah kewajiban dan sumber rahmat dari Allah swt. karena jihad besar adalah perjuangan melaksanakan sesuatu dengan kehendak Allah swt, maka sebagian besar pengguna metafor jihad tidak berkaitan dengan perang.

Macam-macam Jihad

Menurut pakar al-Qur’an ar-Raghib al-Isfahani dalam kamus al-Qur’annya Muj’am Mufradat al-Fazh al-Qur’an menegaskan bahwa jihad adalah mengerahkan segala macam tenaga untuk mengalahkan musuh sehingga dalam hal ini jihad dibagi:

  • Mengahadapi musuh yang nyata.
  • Menghadapi syaitan.
  • Menghadapi nafsu yang terdapat dalam diri masing-masing.
  • Sedangkan menurut Zaidan jihad dibagi 3 yakni; 1) jihad dengan lisan 2) jihad dengan harta 3) jihad dengan jiwa.

Jihad yang pertama berindikasi bahwa orang yang melakukan jihad yang pertama dan utama adalah kesiapan mental yang intinya keimanan dan ketabahan. Namun yang paling urgen adalah bagaimana mempersiapkan kekuatan dan mengatur strategi menghadapi musuh sebelum terjun ke medan pertempuran.

Jihad yang kedua dan ketiga menurut sufi besar al-Muhasibi yang dikutip oleh Quraish Shihab mengatakan bahwa syaitan amat pandai menyesuaikan bisikannya dengan kondisi manusia yang dirayunya.maka dalam keadaaan seperti ini diperlukan upaya maksimal untuk mengendalikan diri agar tidak mengikuti kehendak hawa nafsu yang mungkin saja dapat meneyebabkan kita terjerumus ke tempat yang sangat hina dalam pandangan Allah Swt. Oleh karena itu dituntut untuk menyiapkan iklim dan lokasi yang sehat untuk menghalangi tersebarnya wabah dan virus. Seperti penyakit hati yang disebarkan oleh syaitan dan nafsu manusia sendiri.

Hubungan Jihad dengan Dakwah

Ketika Allah swt mengutus Muhammad menbawa risalah maka dia menetapkan dua tujuan, yaitu melenyapkan kemusyrikan di muka bumi dan merealisasikan kepemimpinan agama Allah swt di muka bumi, sehingga dia dapat menyampaikan seruan dengan lantang dan mengokohkan kalimatnya yang luhur.

Dari tujuan tersebut dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad dalam menjalankan missinya dilakukan dengan lemah lembut berupa ajakan atau dakwah bilhikmah agar umat manusia menerima Islam dengan hati yang lapang. bukan semata-mata pertumpahan darah untuk meraih kemenangan, melainkan mengandung dakwah Islamiyah artinya menyelamatkan diri dari tekanan dan perlakuan kezaliman dari orang-orang kafir serta menghancurkan benteng-benteng penghalang dalam melaksanakan dakwah. Dan juga bahwa yang dilakukan  oleh Rasulullah Saw. adalah demi keselamatan  dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Bukanlah implementasi paksaan untuk memeluk agama  Islam.

Jadi jelaslah bahwa gambaran sebagian orientalisme tentang Islam yang diidentikkan dengan pedang kekerasan tidaklah sepenuhnya benar. Sebagaimana argumern Thomas Arnold yang dikutip oleh syaik Muhammad adalah; “pemikiran yang menyatakan pedang merupakan faktor yang menentukan masuknya Islam banyak orang, sama sekali tidak benar. Kalau pedang harus digunakan, maka hal itu dilaksanakan semata-mata untuk mendukung hukum-hukum agama. Dakwah dan seruan bukan kekerasan. Dimana hal tersebut  merupakan dua karakter penting dalam gerakan Islam.

Dari gambaran tersebut di atas, dapat di fahami bahwa orientalis yang obyektif akan mengakui bahwa pada dasarnya penetapan kewajiban jihad berangkat dari kebutuhan Islam akan kekuatan, sebagai salah satu prinsip yang ingin digerakkan dalam kehidupan dan mengatur kehidupan, yang merupakan refleksi dari kehendak Tuhan yang menciptakan manusia yang ingin mengatur kehidupan manusia sesuai dengan kehendaknya.

Dengan demikian manusia pada aspek ini tidak memiliki kebebasan untuk menerima dan menolak kehendak Tuhan, kalaupun ia memiliki kebebasan, maka hal ini terdapat tanggung jawab. Lain halnya dengan prinsip-prinsip non samawi terkadang bertolak dari kehendak manusia sendiri sebagai sesuatu yang alami, yang dengannya tidak merasakan adanya ikatan-ikatan internal untuk melaksanakan dan meninggalkan sesuatu.

Hubungan dakwah dengan jihad merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan karena dakwah adalah perjuangan untuk kemenangan yang ma’ruf atas yang mungkar, perjuangan menegakkan yang haq dan menghapus kebatilan, maka dakwah termasuk dalam kategori jihad.  jihad bukan semata-mata peperangan tapi mempunyai arti yang luas yakni segala ikhtiar dan daya upaya menegakkan kalimah Allah termasuk menyiarkan dan menyampaikan dakwah agama serta mengatakan kebenaran kepada manusia.

No Comments

Start the ball rolling by posting a comment on this article!

Leave a Reply




XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copy Protected by s .