Kerajaan Usmani

Salah satu kerajaan Besar pada abad pertengahan yang turut mewarnai perjalanan sejarah Islam adalah kerajaan Turki Usmani yang juga dikenal dengan sebutan  ottoman empire.

Kerajaan ini bertahan kurang lebih enam abad yakni antara tahun 1299-1922 M. yang dipimpin oleh generasi dari keturunan Uthman ibnu Ertghul. Kerajaan Usman mengalami perkembangn yang pesat baik dalam bidang politik, ilmu, seni dan lain-lain. Di samping itu gelar dan kemasyhuran yang yang disandang oleh para sultan turut menambah kebesaran dan kemasyhuran yang disandang oleh kerajaan Usmani.

Semula, kerajaan Usmani hanya memiliki wilayah yang sangat kecil, kemudian menjadi sebuah kerajaan besar, karena dukungan militer yang kuat, yang mampu melakukan ekspansi baik ke arah  Timur maupun ke arah Barat dari Kerajaan Usmani.

Kemajuan Kerajaan Usmani di antaranya dicapai pada masa pemerintahan Mahmud II dengan gelar “al-Fatih” (sang Penakluk). Demikian pula pada masa pemerintahan Sulaiman I, yang mendapat galar “al-Qanuni” (pembuat undang-undang).   Antara bad ke-13 dan 14, kerajaan ini memperluas wilayah kekuasaannya dengan merebut sebagian wilayah kekuasaan kerajaan Bizantium yakni bagian Barat dan Tenggara Eropa. Bahkan pada tahun 1453 M, Usmaniyah (ottoman) berhasil menaklukkan Bizantium dengan merebut ibu kota Konstantinopel.

Asal-Usul Kerajaan Usmani.

Bangsa Turki tercatat dalam sejarah atas keberhasilannya mendirikan dua Dinasti, yaitu Dinasti Turki Saljuk dan Turki Usmani. Kehancuran Dinasti Turki Saljuk oleh serangan bangsa Mongol merupakan awal dari terbentuknya Dinasti Turki Usmani.

Nama Kerajaan Usmani diambil dari nama putra Erthogrul. Ia mempunyai seorang putra yang bernama Usman yang lahir pada tahun 1258. Nama Usman inilah yang kemudian lahir istilah Kerajaan Turki Usmani atau Kerajaan Usmani.

Pendiri Kerajaan ini adalah bangsa Turki dari Kabila Oghus. Yang mendiami daerah Mongol dan daerah Utara Negeri Cina, kemudian pindah ke Turkistan, lalu ke Persia dan Iraq sekitar abad ke-9 dan 10.

Pada abad ke-13 M, mereka melarikan diri ke wilayah Barat sebagai akibat dari serangan Mongol. mereka mencari tempat perlindungan dari Turki Saljuk di daratan Tinggi Asia Kecil. Di bawah pimpinan Ertugrul, mereka mengabdikan diri pada Sultan Alauddin II, Sultan Saljuk yang berperang melawan Bizantium. Atas jasa baiknya, Sultan Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil, yang berbatasan dengan Bizantium dan memilih Syukud sebagai Ibu kotanya.

Ertugrul meninggal dunia pada tahun 1289 M. kepemimpinannya dilanjutkan oleh putranya yang bernama Usman (1281-1324), atas persetujuan Alauddin. Pada tahun 1300, bangsa Mongol Menyerang Kerajaan Saljuk, dan Dinasti ini terpecah-pecah dalam beberapa Dinasti kecil. Dalam kondisi kehancuran Saljuk inilah, Usman mengklaim Kemerdekaan secara penuh atas wilayah yang didudukinya, sekaligus memproklamirkan berdirinya kerajaan Turki Usmani. Dengan demikian, secara tidak langsung mereka mengakui Usman sebagai penguasa tertinggi dengan gelar “Padinsyah Ali Usman”.

Setelah Usman dirinya sebagai Raja Besar Keluarga Usman pada tahun 699 H/1300 M, secara bertahap ia memperluas wilayahnya. Penyerangan awal dilakukan di sekitar daerah perbatasan Bizantium dan Brussa (Broessa) dijadikan salah satu daerah yang menjadi objek taklukan. Pada tahun 1317 M. wilayah tersebut dapat dikuasainya dan dijadikan sebagai ibu kota pada tahun 1326 M.

Diakhir kehidupannya Usman menunjuk Orchan (42) anak yang lebih muda dari kedua orang putranya sebagai calon pengganti memimpin kerajaan. Keputusan tersebut disandarkan pada pertimbangan kemampuan dan bakat anaknya  masing-masing. Orchan sebagai prajurit yang potensial telah mendapat pengawasan dari ayahnya dan telah menunjukkan kemampuannya dalam konteks militer pada penaklukkan Brossa. Sementara Alauddin (kakaknya) lebih potensial dalam bidang agama dan hukum .  Meskipun mereka sama-sama dibina dan dididik oleh ayahnya.

Sasaran Orchan setelah penobatannya menjadi raja ialah penaklukkan kota Yunani seperti Nicea dan Nicomania. Nicea menyerah pada tahun 1327 dan Nocomedia takluk pada tahun 1338 M.

Kerajaan Turki Usmani melewati sejarah pemerintahannya kurang lebih 6 abad, raja-raja yang pernah menduduki Tahta Kerajaan yang silih berganti sejumlah 40 orang. Pada mulanya Kerajaan ini berawal dari Daerah kecil kemudian pada akhirya menjadi kerajaan yang cukup besar dan disegani. Tahap demi tahap kerajaan tersebut mengalami kemunduran dan kehancuran.

1 Comment
  1. dede says:

    see this blog

    Reply
Leave a Reply




XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>